Mengasihi & Mengampuni Sesama - Membenci Yesus

Mengasihi & Mengampuni Sesama - Membenci YesusSuatu hari, seorang dosen Teologia memasuki sebuah kelas, meletakkan sebuah papan Target besar berbentuk lingkaran dan tak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan banyak [more]

Cerita Rohani Kristiani Menyentuh - Berjalan Dengan Keong

Cerita Rohani Kristiani Menyentuh - Berjalan Dengan KeongBerjalan Dengan Keong Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit. Aku [more]

Renungan Natal

Renungan NatalSuatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, [more]

Cerita Kristen - Gadis Penjual Apel

Cerita Kristen - Gadis Penjual ApelBeberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam [more]

Kisah Si Ayam dan Si Babi

Kisah Si Ayam dan Si BabiKisah Si Ayam dan Si Babi Alkisah, ada dua binatang yang berteman akrab sejak kecil, yaitu si ayam dan si babi. Mereka selalu berjalan berdua kemanapun [more]

Kebahagiaan Sejati

Kebahagiaan SejatiKebahagiaan Sejati Di sebuah pinggir kota sore hari seorang ibu penjaja pecel sedang mengemasi barang dagangannya yang sudah habis. Kemudian datang seorang tukang becak dan membantu [more]

Cerita Ilustrasi Kristen - Kupu-Kupu Yang Tak Bisa Terbang

Cerita Ilustrasi Kristen - Kupu-Kupu Yang Tak Bisa TerbangKupu-Kupu Yang Tak Bisa Terbang Seorang pria sedang memperhatikan kupu-kupu yang berusaha keluar dari kepompongnya melalui sebuah lubang kecil. Kupu-kupu itu nampak berusaha keras untuk keluar, namun [more]

Kisah Cerita Motivasi - Kebahagiaan Adalah Pilihan

Kisah Cerita Motivasi - Kebahagiaan Adalah PilihanKebahagiaan Adalah Pilihan Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak [more]

Kumpulan Cerita-Cerita Motivasi Kristen

Kumpulan Cerita-Cerita Motivasi KristenKumpulan Cerita-Cerita Motivasi Kristen Proyek Terakhir Seorang Arsitek Sebuah kisah, ada seorang arsitek yang bekerja di suatu perusahaan . Setelah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan tersebut, si arsitek karena [more]

Cerita Inspirasi Dan Motivasi - Hanya Sebuah Koin Penyok

Cerita Inspirasi Dan Motivasi - Hanya Sebuah Koin PenyokHanya Sebuah Koin Penyok Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia [more]

Cerita-Cerita Rohani Kristiani

Cerita-Cerita Rohani KristianiCerita-Cerita Rohani Kristiani Kisah Raja Dan Istri-Istrinya Dahulu kala ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri. Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang [more]

Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya

Rencana Tuhan Indah Pada WaktunyaRencana Tuhan Indah Pada Waktunya Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki [more]


Anak Yang Cacat

Anak Yang Cacat

Seorang Ibu sangat gembira ketika menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur di medan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.

Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di airport.

Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?”

Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!”

Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacat, karena korban perang di Vietnam.”

Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacat?” – nada suaranya sudah agak menurun

Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!”

Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah..”

Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga rusak.. begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”

Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Nak, lain kali saja kawanmu itu diundang ke rumah kita, untuk sementara suruh saja tinggal di hotel, kalau perlu biar ibu yang bayar nanti biaya penginapannya..”

Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!”

Si Ibu: “Coba renungkan nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung ke rumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat seorang anak dengan tubuh yang cacat dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.”

Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.

Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung ke rumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang ke sana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!

Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan:

……. dengan orang cacat?

……..yang bukan karena cacat tubuh saja?

……. tetapi cacat mental atau

……..cacat status atau cacat nama atau

……..cacat latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang

…….yang jatuh miskin?

…… yang kena penyakit AIDS?

…….yang bekas pelacur?

…….yang tidak punya rumah lagi?

…….yang pemabuk?

…….yang pencandu?

…….yang berlainan agama?

Renungkanlah jawabannya hanya Anda dan Tuhan saja yang mengetahunya. Dan yang paling penting adalah “SIKAP” kita dalam memandang suatu hal harus kita ubah menjadi yang lebih baik atau lebih positif. Karena dengan sikap positif secara otomatis akan menumbuhkan sikap rendah hati, peduli terhadap orang lain dan tentunya hal-hal lain yang lebih baik.


Bagikan Artikel Ini :



Facebook Comments



9 Comments

  1. niek pratama says:

    artikel yang sangat menarik..
    thx buat sharing2nya..
    God Bless u

  2. Fernando says:

    Cerita yang bagus,,,sangat menginspirasi.

  3. Toho Fervin says:

    Cerita ini sangat menggambarkan karakter manusia yang umum..
    Semoga saya bisa punya karakter yang diharapkan Tuhan.

  4. Thanks ya.. jadi berkat..
    saya ijin share di Radio ya.. God Bless

  5. penyubur pria dan wanita dari lebah madu says:

    sangat menyentuh….tks infonya…

  6. eva nurul says:

    saya adalah seorang muslim…ceritanya sangat menyentuh…nilai naluri seorang manusia memang awalnya baik, tp pengaruh tetek bengek yg kadang2 tidak penting malah merusak segalanya…

  7. neil hutagalung says:

    ilustrasi dr artikelnya sngat mnyntuh,,saya izin copy utk dishare di persekutuan pemuda/I malam ini. Tuhan berkati..:-)

  8. solfianus ambesa says:

    cerita yang bagus…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by WordPress | Designed by: theme for wordpress | Thanks to Tim McGraw Tour, Körkortsteori and Wicked Fort Lauderdale

Switch to our mobile site